AS dan Korea Perkuat Kemitraan Kerjasama Pembangunan Melalui Proyek Bersama di Filipina

Badan-badan bantuan pembangunan terkemuka Amerika Serikat dan Republik Korea telah sepakat untuk mengejar proyek-proyek pembangunan bersama di Filipina untuk meningkatkan ketahanan iklim negara itu dan mengatasi polusi plastik laut.

Kemitraan ini merupakan hasil dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani antara Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Badan Kerjasama Internasional Korea (KOICA) pada 7 April 2021 untuk menjajaki potensi kerjasama di berbagai sektor, termasuk pengurangan kemiskinan di Indonesia. pedesaan, pemberdayaan perempuan dan anak perempuan, pengelolaan sumber daya air, rehabilitasi masyarakat di Marawi, dan ketahanan iklim.

Secara khusus, AS dan Korea telah sepakat untuk bersama-sama mengejar proyek “Kota Tahan Iklim” untuk memperkuat ketahanan kota-kota Filipina terhadap ancaman dan kerentanan iklim yang meningkat, dan inisiatif Pengelolaan Sampah Laut untuk mengurangi dampak polusi plastik laut.

Memperluas kemitraan AS-Korea di Asia Tenggara, termasuk di Filipina, merupakan salah satu elemen kunci Pernyataan Bersama dan Lembar Fakta Bersama KTT Korea-AS, yang berlangsung di Washington DC pada 21 Mei 2021.

”Selama 75 tahun terakhir, Amerika Serikat telah menjadi teman, mitra, dan sekutu kuat pemerintah Filipina dalam mencapai visi jangka panjangnya tentang pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif bagi rakyat Filipina,” Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS John Law mengatakan . “Pekerjaan kami dengan mitra yang berpikiran sama seperti Korea akan lebih memajukan tujuan pembangunan bersama kami saat kami mendukung Filipina dalam perjalanannya menuju kemandirian.”

“Korea senang untuk memperkuat kemitraannya dengan AS di bidang kerja sama pembangunan di Filipina sebagaimana tercermin dalam MOU bulan lalu dan disorot dalam KTT Korea-AS minggu lalu. Kami akan terus bekerja sama secara erat di Filipina untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan dalam semangat Bayanihan, khususnya dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh kota-kota Filipina dan komunitas rentan di tengah meningkatnya kekhawatiran perubahan iklim, antara lain” kata Duta Besar Korea Inchul Kim.

Korea dan Amerika Serikat adalah salah satu donor bilateral terbesar di Filipina. Selama 30 tahun terakhir, Korea telah memperluas bantuan pembangunannya baik dalam bentuk hibah maupun dukungan anggaran dan merupakan negara donor bantuan pembangunan terbesar kedua di Filipina.

SUMBER / USAID

Sumber Berita: www.asiatoday.com

Author: Christopher Murphy