Line Luncurkan Layanan Perbankan Digital di Indonesia

Line, divisi aplikasi perpesanan dari platform online Korea Selatan Naver, meluncurkan layanan perbankan digital di Indonesia yang akan mencakup rekening deposito, penawaran kredit mikro, kartu debit dan layanan pengiriman uang dan pembayaran, kata perusahaan itu pada 31 Mei.

Penawaran ini akan melengkapi layanan perbankan digital yang sudah mapan di Thailand dan Taiwan, tambahnya. Layanan untuk Indonesia diharapkan mulai pada 10 Juni.

Di Indonesia, layanan Line banking ditawarkan bekerja sama dengan KEB Hana Bank Indonesia, anak perusahaan Hana ZBank Korea Selatan. Line mengakuisisi 20 persen KEB Hana pada Oktober 2018, menjadikannya pemegang saham terbesar kedua bank tersebut, dan mengatakan akan mengembangkan layanan perbankan online.

Jutaan orang yang tidak memiliki rekening bank, jutaan pengguna aplikasi: Resep yang tepat

Indonesia dipandang sebagai pasar yang besar untuk aplikasi perbankan. Indonesia memiliki 196 juta pengguna Internet, dan hampir 40 persen di antaranya menggunakan aplikasi perbankan dan layanan keuangan, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan pengelola media sosial Kanada, Hootsuite.

Menurut laporan tahun 2019 oleh Google, Temasek dan Bain & Company, Indonesia dari total populasi sekitar 275 juta masih memiliki sekitar 47 juta underbanked dan 92 juta orang dewasa yang unbanked, menjadi peluang besar bagi perusahaan fintech

Line memperkenalkan layanan perbankan kepada penggunanya di Thailand pada Oktober tahun lalu sebagai bagian dari usaha patungan dengan Kasikorn Vision Company, anak perusahaan dari Kasikorn Bank. Di Taiwan, anak perusahaannya Line Bank Taiwan diberikan lisensi perbankan awal tahun ini oleh Komisi Pengawas Keuangan negara itu.

Sumber Berita: www.asiatoday.com

Author: Christopher Murphy